Home » » Kinerja BPD Di Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang (Studi Kasus di Desa Babadan dan Desa Plumbon)

Kinerja BPD Di Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang (Studi Kasus di Desa Babadan dan Desa Plumbon)

Skripsi jurusan Hukum dan Kwarganegaraan: "Kinerja BPD Di Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang (Studi Kasus di Desa Babadan dan Desa Plumbon)"

Widiyawati, 2005, Skripsi Hukum dan Kwarganegaraan, Fakultas ilmu sosial, Universitas Negeri Semarang.

BPD telah terbentuk sejak dikeluarkannya UU No. 22 Tahun 1999 tentangPemerintahan Daerah. Di Desa Babadan dan Desa Plumbon, BPD terbentuk sejakOktober 2000. Sebagai lembaga baru dalam pemerintahan desa maka BPD perludiketahui kinerjanya.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana kinerja BPD di DesaBabadan dan Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang melaksanakanfungsi pengawasan, legislasi dan menyalurkan aspirasi masyarakat, (2) bagaimanapersepsi masyarakat terhadap kinerja BPD di Desa Babadan dan Desa Plumbon,Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang melaksanakan fungsi pengawasan, legislasi,dan menyalurkan aspirasi masyarakat.

Tujuan dari penelitian ini: (1) untuk mengetahui kinerja BPD di DesaBabadan dan Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang dalammelaksanakan fungsi pengawasan, legislasi, dan menyalurkan aspirasi masyarakat,(2) untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap kinerja BPD di DesaBabadan dan Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang dalammelaksanakan fungsi pengawasan, legislasi, dan menyalurkan aspirasi masyarakat.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian diDesa Babadan dan Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, fokuspenelitian adalah kinerja BPD di Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang (studikasus di Desa Babadan dan Desa Plumbon). Alat pengumpul data yang digunakanadalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data di uji dengan tekniktriangulasi, yang kemudian dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data,penyajian data, dan verifikasi data.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja BPD dalam bidang legislasimeliputi merumuskan dan menetapkan peraturan desa bersama-sama denganpemerintah desa. Kinerja dalam bidang pengawasan meliputi pengawasan terhadappelaksanaan peraturan desa, pengawasan terhadap APBDes dan pengawasan terhadapkeputusan kepala desa. Kinerja dalam bidang aspirasi masyarakat meliputi cara BPDdalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Persepsi masyarakatterhadap kinerja BPD dalam bidang legislasi, pengawasan, dan penyalur aspirasimasyarakat dinilai sudah baik. Masyarakat menilai kinerja BPD dari keaktifan BPDdi masyarakat dalam menjalankan ketiga fungsinya.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja BPD di DesaBabadan dan Desa Plumbon dalam melaksanakan fungsi pengawasan, fungsilegislasi, dan fungsi penyalur aspirasi masyarakat sudah baik walaupun belumoptimal. Persepsi masyarakat terhadap kinerja BPD juga baik. Masyarakat menilaikinerja BPD dengan melihat kinerja BPD sebagai fungsi pengawasan, fungsilegislasi, dan fungsi penyalur aspirasi masyarakat serta melihat keaktifan BPD dimasyarakat.

Saran peneliti adalah: (1) BPD Desa Babadan dan Desa Plumbon lebihmeningkatkan kinerjanya dalam menjalankan ketiga fungsinya dengan menjalankansemua yang sudah ditetapkan dalam rencana strategis (strategic planning), (2)perlunya anggota BPD mendapatkan pendidikan dan pelatihan tentang BPD agarlebih jelas dalam pelaksanaan tugas dan kewajiban, (3) BPD dan Pemerintah Desabisa menghilangkan sifat ewuh pekewuh dan dapat membedakan antara tugas dankeluarga, (4) bagi panitia pemilihan BPD Plumbon, hendaknya mematuhi peraturanyang sudah ditetapkan dan tidak mengulangi adanya penyimpangan terhadappersyaratan menjadi anggota BPD yang seharusnya berpendidikan minimal SLTPtetapi pada kenyataanya yang menjabat Ketua BPD hanya berpendidikan SD.

Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Aris Decoration | Galaxy Young
Copyright © 2014. Kumpulan makalah dan skripsi kuliah gratis - All Rights Reserved