Home » » Mendiagnosis Kesulitan Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri Berdasarkan Hasil Ujian Akhir Sekolah Tahun Pelajaran 2004/2005 Se Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang

Mendiagnosis Kesulitan Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri Berdasarkan Hasil Ujian Akhir Sekolah Tahun Pelajaran 2004/2005 Se Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang

skripsi jurusan fisika: Mendiagnosis Kesulitan Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri Berdasarkan Hasil Ujian Akhir Sekolah Tahun Pelajaran 2004/2005 Se Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang

Hijrah Filjanah. 2006. Skripsi fisika, Fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, Universitas Negeri Semarang.

Setiap anak atau siswa memiliki perbedaan, baik pada aspek fisik, emosional, intelektual, ataupun sosial, oleh sebab itu prestasi belajar yang dicapai berbeda pula. Anak menunjukkan prestasi belajar rendah dan menyimpang dari rata-rata biasanya dianggap sebagai anak yang mengalami kesulitan belajar. Penyebab rendahnya hasil belajar siswa dapat diketahui dengan melakukan pendiagnosisan kesulitan belajar, sehingga memudahkan cara untuk mengatasinya.

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Sumber kesulitan apa saja yang dialami siswa ketika belajar IPA?, (2) Bagaimana hasil belajar IPA siswa SD per pokok bahasan Fisika berdasarkan hasil ujian akhir sekolah tahun pelajaran 2004/2005, (3) Mengetahui karakteristik soal ujian akhir sekolah IPA SD tahun pelajaran 2004/2005.
Populasi dalam penelitian ini adalah hasil pekerjaan ujian akhir sekolah IPA (Fisika) siswa SD tahun pelajaran 2004/2005 se Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang. Pengambilan sampel dilakukan dengan tekhnik sampel wilayah yang ditunjuk per kelurahan, sedangkan pengambilan kelas dari tiap sekolah ditentukan dengan tekhnik sampel random. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui taraf kesukaran, daya pembeda, validitas butir soal dan reliabilitas tes. Analisis persentase pencapaian ketuntasan siswa untuk mengetahui letak kelemahan dan kekuatan siswa pada pokok bahasan atau materi mata pelajaran Fisika. Untuk menganalisis persentase skor digunakan tiga pendekatan diagnostik yaitu pendekatan tujuan pengajaran, pendekatan profil materi, dan pendekatan pengetahuan terstruktur dengan menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) dan Penilaian Acuan Norma (PAN).
Analisis hasil belajar IPA (Fisika) siswa SD dari ketiga pendekatan diagnostik yang digunakan, secara umum ketuntasannya di atas 70 %. Hasil belajar siswa tuntas pada indikator 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 17, 18, 21, 39 yaitu pada materi: Air, Batuan, Tanah, Udara dan Angin, Sumber Daya Alam, Cahaya dan Alat-alat Optik, Gaya dan Pesawat Sederhana, Energi, Panas, Magnet, Listrik, dan Tata Surya. Belum tuntas di indikator 3, 9, 16, 19, 20, 36, 37, 38 yaitu pada materi Batuan, Bunyi, Panas, Tanah, Cahaya dan alat-alat Optik, Listrik, dan Tata surya. Rata-rata persentase jumlah soal valid 53 % dan tidak valid 47 %. Reliabilitas tes untuk SDN Petompon 05 , SDN Bendungan 02 dan SDN Lempongsari 01 tergolong reliabel, harga r> r tabel. Sedangkan untuk SDN Bendan Ngisor 02, SDN Sampangan 01, SDN Gajah Mungkur 05, dan SDN Karangrejo 01 tes tidak reliabel, harga r< r tabel. Rata-rata persentase taraf iiii
vii
kesukaran kategori sangat mudah 6 %, mudah 60 %, sedang 28 %, dan sukar 6 %. Rata-rata persentase daya pembeda soal, kriteria sangat jelek 14 %, jelek 59 %, cukup 24 %, baik 3 %. Siswa SDN Bendungan 02, SDN Bendan Ngisor 02, SDN Sampangan 01, dan SDN Gajah Mungkur 05 memiliki lebih banyak kelemahan pada materi yang ada dibandingkan dengan siswa SD lainnya.


http://www.skripsikuliah.co.cc/
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Aris Decoration | Galaxy Young
Copyright © 2014. Kumpulan makalah dan skripsi kuliah gratis - All Rights Reserved