Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Dan Pengaruhnya Terhadap Upaya Peningkatan Hasil Belajar Akuntansi Dalam Pokok Bahasan Pencatatan Transaksi Perusahaan Dagang Mata Pelajaran Akuntansi pada Siswa Kelas II Semester I SMU Negeri 7 Purworejo

Skripsi jurusan Hukum dan Kwarganegaraan: Analisis Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Dan Pengaruhnya Terhadap Upaya Peningkatan Hasil Belajar Akuntansi Dalam Pokok Bahasan Pencatatan Transaksi Perusahaan Dagang Mata Pelajaran Akuntansi pada Siswa Kelas II Semester I SMU Negeri 7 Purworejo

Larasati, Riska, 2005. Skripsi pendidikan ekonomi koperasi, Fakultas ilmu sosial, Universitas Negeri Semarang.

Mutu pendidikan di Indonesia jika dibandingkan dengan mutu pendidikan dinegara-negara ASEAN lainnya masih relatif rendah. Padahal dalam kenyataanya,mutu pendidikan sangat mempengaruhi mutu siswa yang dikeluarkannya. Rendahnyamutu pendidikan ditunjukkan dengan rendahnya prestasi belajar siswa termasuk matapelajaran Akuntasi. Hal itu disebabkan masih adanya kesulitan dalam pembelajaranAkuntansi yang ditimbulkan karena kurangnya variasi pembelajaran Akuntansi.

Materi yang harus disampaikan pada siswa sangat banyak, sehingga guru denganmetode kontektual yang meliputi kegiatan ceramah bervariasi mengejar pemenuhanmateri. Oleh karena itu diperlukan variasi pembelajaran untuk mengatasi kesulitanbelajar Akuntansi pada siswa yang salah satunya dapat dilakukan denganpembelajaran kooperatif tipe STAD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkangambaran mengenai perbedaan prestasi belajar menggunaan metode pembelajarankooperatif tipe STAD dengan metode pembelajaran ceramah pada pokok bahasanpencatatan transaksi pada perusahaan dagang dan untuk mengetahui metode manayang sesuai, sehingga dapat memberikan hasil belajar yang lebih baik.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II semester I SMUNegeri 7 Purworejo, yang berjumlah 320 siswa yang berasal dari kelas II.1 sampaidengan kelas II.8. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 2 kelas, dimana kelas II.3untuk kelompok eksperimen dan kelas II.2 untuk kelompok kontrol. Teknikpengambilan sampel adalah mengunakan teknik One Stage Cluster RandomSampling.Variabel penelitian ada dua yaitu variabel pembelajaran kooperatif tipeSTAD (X1) dan metode Pembelajaran konvensional (X2) Data diambil, melaluiteknik dokumentasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisisuji t.

Berdasarkan hasil uji beda prestasi belajar siswa dari kedua kelompokdiperoleh t hitung = -0,983. Pada taraf signifikasi 5% dengan dk = 40+40-2 = 78diperoleh F(0,05)(78) = 1,99. Dengan demikian diketahui bahwa t hitung < t tabelyang berarti kedua kelompok tidak berbeda nilai rata-rata pre testnya atau kedua kelompok memiliki kesepadanan atau memiliki kemampuan awal yang sama atauhomogen. Rata-rata prestasi belajar Akuntansi siswa pada kelompok yangmenggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah 67,5 dan yangmenggunakan metode pembelajaran ceramah adalah 58,88. Setelah dilakukananalisis data dengan menggunakan uji t diperoleh t hitung = 4,944 > t (0,975)(78) =1,99. Maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata prestasi belajar kelompok eksperimenlebih baik daripada kelompok kontrol atau rata-rata prestasi belajar siswa matapelajaran Akuntansi yang menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STADlebih baik daripada prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Akuntasi yangmenggunakan metode ceramah. Berdasarkan hasil uji ketuntasan hasil belajar siswayang mendapatkan pengajaran dengan metode koperatif tipe STAD diperoleh harga thitung = 2,13 > t tabel =1,68. Dengan demikian menunjukkan bahwa rata-rata hasilbelajar siswa yaitu 67,5 telah mencapai ketuntasan belajar yaitu lebih besar dari 65.

Mengacu dari hasil penelitian tersebut peneliti dapat mengajukan saran-saranyaitu: 1) Pihak sekolah diharapkan bersedia mengunakan metode pembelajarankooperatif tipe STAD dalam mata pelajaran Akuntansi ataupun mata pelajaranlainnya seperti pelajaran Matematika, Ekonomi, Fisika dan lain-lain, 2) Gurudiharapkan semakin memotivasi siswa untuk belajar dan bekerjasama antar sesamaanggota kelompoknya, dan 3) Bagi pihak sekolah, lembaga terkait lainnya danpeneliti berikutnya diharapkan biasa mengadakan penelitian lanjutan sehinggasemakin mengembangkan metode pembelajaran.

0 comments:

Post a Comment